Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kelayakan Pembangunan Kawasan Pedesaan (PKP) Pakem Kepodang   Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kelayakan Pembangunan Kawasan Pedesaan (PKP) Pakem Kepodang
  

**Untag Surabaya dan DPMD Kab. Mojokerto Gelar FGD: Analisis Kelayakan Pembangunan Kawasan Perdesaan Agro Pertanian Terpadu "PAKEM KEPODANG"**  

Padi, 18 November 2024– Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Analisis Kelayakan Pembangunan Kawasan Perdesaan Agrowisata Pertanian Terpadu". Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Balai Desa Padi Kec. Gondang Kab. Mojokerto dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, perangkat desa, kelompok wanita, serta perwakilan kelompok masyarakat dari 5 desa pelaksana Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) yaitu Desa Padi, Desa Kemasantani, Desa Kebontunggul, Desa Pohjejer dan Desa Gondang.  

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas strategi pengembangan kawasan perdesaan berbasis pertanian terpadu guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus mendorong keberlanjutan ekosistem pertanian. Diskusi difokuskan pada pemanfaatan potensi lokal, pengembangan teknologi pertanian modern, dan penguatan kelembagaan ekonomi desa.  

LPPM Untag Surabaya, Dr. Ir. RA. Retno Hastijanti, M.T., menyampaikan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat desa dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Untag Surabaya berkomitmen untuk memberikan kontribusi berbasis riset dan keilmuan yang mampu memperkuat pembangunan kawasan perdesaan. Sinergi dengan DPMD Kabupaten Mojokerto bersama 5 desa pelaksana PKP diharapkan mampu menghasilkan strategi pembangunan yang berkelanjutan.  

Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto, Bapak Yudha Akbar, menambahkan bahwa Pembangunan Kawasan Perdesaan agro pertanian terpadu "Pakem Kepodang" memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal. PKP ini merupakan satu-satunya di Provinsi Jawa Timur dan sudah masuk dalam program prioritas nasional di Bappenas Republik Indonesia.   

Dalam FGD tersebut, beberapa gagasan inovatif muncul, seperti integrasi antara sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata desa, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran produk pertanian. Selain itu, pentingnya penguatan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) sebagai motor penggerak ekonomi desa.  

Kegiatan ini diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk melanjutkan program pengembangan kawasan perdesaan agro pertanian terpadu, dengan tindak lanjut berupa penyusunan roadmap dan pelaksanaan pilot project di 5 desa di Kabupaten Mojokerto.  

Diharapkan, hasil dari diskusi ini dapat menjadi landasan strategis dalam pembangunan desa yang berbasis kearifan lokal, inovasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

~ Makaryo Mbangun Deso ~

#pembangunankawasanpedesaan #pkp #agrowisata #pertanian #untagsurabaya #makaryombangundeso #desapadimojokerto #jawatimur #jatimbangkit