Tradisi Lebaran Ketupat Desa Padi   Tradisi Lebaran Ketupat Desa Padi
  

Berbagai tradisi dilakukan dalam rangka merayakan hari raya Idul fitri. Setelah kemarin ketiga dusun yang ada di Desa Padi yaitu Dusun Padi, Dusun Tameng, Dusun Slawe, salah satu tradisi dalam merayakan hari raya idul fitri adalah Lebaran Ketupat yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa. Makna tradisi lebaran ketupat ini dianggap sebagai pelengkap hari kemenangan.

Bagi orang Jawa, ada dua perayaan merayakan Idul Fitri. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Lebaran Ketupat ini biasanya berlangsung seminggu setelah Idul Fitri pada tanggal 8 Syawal. Hal ini dilakukan untuk merayakan berakhirnya ibadah puasa enam hari di bulan Syawal.

Sunan Kalijaga adalah orang pertama yang memperkenalkan arti dan makna tradisi Lebaran Ketupat kepada masyarakat Jawa. Saat itu ada dua istilah yang dikenalkan oleh Sunan Kalijaga yaitu, Bakda Lebaran yang merupakan tradisi silaturahmi dengan bermaaf-maafan setelah salat Idul fitri, dan Bakda Kupat yang merupakan perayaan seminggu setelahnya.

Perayaan tradisi Lebaran Ketupat ini dilambangkan sebagai simbol kebersamaan dengan memasak ketupat dan mengantarkannya kepada sanak kerabat pada tradisi masyarakat Jawa.

Makna tradisi Lebaran Ketupat di sini juga memiliki makna sebagai simbol meminta maaf yang diambil dari bahasa Jawa yaitu “Lepat” yang memiliki arti kesalahan, dimana kita sebagai manusia diharuskan untuk saling memaafkan.